Je Me Presente....
Assalaamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh wa maghfirah,
Salam sejahtera buat kita semua!
Kawanz, Bros, and Sis,...Ahlan wa Sahlan fii "Blog"ii! Met dateng di Blog saya. Atau kata wong Swedia,
"Välkommen till Min Blog" (<-- You'd better click this. You'll love the way i welcome you ^_~)
So, how was my warm-welcoming hospitality? :p
Yup, ini adalah Blog pertama saya. Entah karena terjebak oleh tren blog yang kian semarak seraya membutuhkan "self-conform", dalam bahasa Erich Fromm, sebagai manusia (yang merasa)" modern" yang bisa memanfaatkan teknologi, akhirnya memicu rasa ingin tahu saya untuk mencobanya.
OK,"Je me presente", kata wong Perancis. Nama saya Dwi Satya Ardyanto, atau bisa dipanggil dengan Dwee, Dwight, Qentheer (Bahasa Jawa: Gila), atau Tya (eits, yang terakhir panggilan ekslusif untuk keluarga n sodara2 :)). Inisial saya sederhana namun sulit, yaitu "Doonu Kuneke".
"Hey! What the hack is that?", barangkali respon itu yang muncul pertama kali di dalam alam berpikir kawanz semua. OK, "Doonu Kuneke" adalah sebuah frase dalam Bahasa Ogoni, yaitu bahasa yang digunakan oleh Suku Ogoni di Nigeria. Sebenarnya bukan frase, akan tetapi Jargon, hmmm...atau lebih tepatnya lagi simbol perlawanan. "Doonu Kuneke" artinya "Honouring the Land", karena tanah adat tempat orang-orang Ogoni hidup merupakan warisan nenek moyang mereka yang bersifat sakral bahkan dianggap sebagai simbol dari Tuhan. Kenapa "Doonu Kuneke" dikatakan simbol perlawanan? Karena tanah mereka dirampas oleh pemerintah diktator Nigeria yang bernama (alm.) Jendral Sani Abacha untuk dieksploitasi oleh perusahaan trans-nasional minyak raksasa asal Inggris, yaitu Shell Oil Company. He3x, bagi kawanz aktivis atau mantan aktivis langsung menggerutu, "Dasar kapitalisme global!". Akhirnya suku ini melakukan perlawanan dengan simbol ini untuk merebut kembali wilayah sakral mereka, walaupun korban demi korban berjatuhan. Walhasil, di bawah pemerintahan demokratis Olesun Obasanjo saat ini dan diperkuat oleh keputusan dari African Court of Human and Peoples Rights, perjuangan mereka mulai membuahkan hasil. Viva Doonu Kuneke!
Sori...sori...intronya kepanjangan. "Back to the right track"...saya dilahirkan pada tanggal 25 Mei 1980 di Kota Gudeg bertepatan dengan weton Minggu Legi (apa coba, "i know nothing about such dating"). Besar di Jakarta, khushushan fii Pasar Minggu, namun cinta dengan Jogja (karena lahir dan kuliah S1 di sana selama..hiks2x...5-1/2 tahun). Wajar kalo orang menanyakan asal saya, dengan PD-nya saya langsung menjawab, "Kula asalipun saking Ngayogyakarta Hadiningrat". Saat ini saya sedang mengambil program Master Hukum Publik Internasional di Raoul Wallenberg Institute, Lunds Universitet, Swedia, dan sedang menulis thesis tentang "Realisasi dari Hak-Hak Otonomi Aceh dalam Rangka Penyelesaian Konflik Antara Pemerintah NKRI dan GAM".
OK..gitoe doeloe aza perkenalannya. Salam kenal dan semoga kita bisa menjalin tali silaturrahiim maupun persahabatan yang lintas batas, lintas identitas, dan lintas makhluk (lho, apa coba!). Seperti sabda Kanjeng Nabi, "Khairun Naas anfa'ahum lin Naas", sebaik2 manusia adalah yang bermanfaat buat sesamanya. Semoga dengan tali persaudaraan ini, saya berharap dapat memberikan manfaat buat saudara semua!
Wassalaamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh wa maghfirah!
Med Vänliga Hälsningar,
Salam "Spring" dari Swedia!



4 Comments:
Assalamu'alaikum wr.wb
hmmmmmmmmm.....????
Apa yah, cukup bagus!!
See U, Bro!!
-PEACH-
Wassalamu'alaikum wr.wb
Assalamu alaikum,
Status : Udah diliat......:)
fanny
met ultah ke 25+1 hari ya Dwee, moga makin dicinta dan mencinta Allah dan makhluknya, amin
Assalamualaikum,
'pembukaan' yang bagus ust dwee;-)...sip dey,btw, met ultah juga yeee..have a nice day
Skicka en kommentar
<< Home