lördag, juli 23, 2005

Khairunnaas anfa'ahum linnaas

Alhamdulillah, lama tak bersua mengutak-atik blog ini. Maklum, karena internet di Indonesia tak secepat di Swedia yang berkecepatan 10 mbps sedikit banyak membuat saya malas ke warnet. Namun pada akhirnya, kerinduan bersilaturrahiim-lah yang menggerakkan langkah bergegas untuk ke warnet membuka-buka lembaran imel demi imel yang lama terbengkalai.

Akhir-akhir ini saya benar-benar sibuk sehingga jadwal penelitian thesis harus di-reschedule ke akhir Agustus dan begitu juga penerbangan balik ke Swedia, yang mulanya tanggal 26 Agustus harus diundur menjadi 6 September. Kesibukan di LSM LBKHI (Lembaga Bina Kesadaran Hukum Indonesia) membuat waktu terasa menguap dengan begitu cepat bak spiritus yang dijemur di bawa terik matahari langsung. Berbagai kegiatan peyuluhan hukum di desa-desa KKN (Kuliah Kerja Nyata), English Discussion Forum bersama anak-anak FHUGM 2004 dan LBKHI, serta menjadi trainer HAM di beberapa LSM dilakoni, walaupun mobilitas terbatas hanya mengandalkan sepeda ontel tua keluaran "Phoenix" dari Cina. Namun akhir-akhir saya bertanya-tanya, apakah pekerjaan yang saya lakukan sia-siakah? Bermaknakah? Dan makna apalagi kalau bukan keridloan dari Allahu 'azza wa jalla.

* * *
"Khairunnaas anfa'ahum linnaas", sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat buat sesamanya. Sebuah sabda yang indah dan mendalam dari Kanjeng Nabi. Apalagi jika dikaitkan dengan pembuka dialog antara Allah SWT dengan malaikat, "Innii jaa'iln fil ardli khaliifah", sesungguhnya aku hendak menjadikan di muka bumi ini seorang khalifah, Firman Tuhan kepada Malaikat-Nya. Kerangka "kemanfaatan" yang dimaksud adalah aktualisasi manusia sebagai wakil Tuhan di muka bumi (khaliifah fil ardli) untuk menjadikan Islam sebagai rahmat seluruh alam (rahmatan lil'aalamiin), yaitu dengan berbuat kemaslahatan. Kemaslahatan apalagi jika bukan kemaslahatan buat orang banyak. Dan hal tersebut harus dilandasi oleh dua, yaitu:

1. Niat lillahi ta'aala, karena semua perbuatan bermuara dari niat (innamal a'maalu bin niyaat) sehingga wajar sebelum melakukan perbuatan baik, disarankan "mensimbolkan" atau "mematerialisasikan" niat dengan lafazh basmalah.

2. Ilmu, sebab menjadi khalifah membutuhkan kualitas keilmuan. Dalam dialog antara Allah yang Maha Agung dengan Malaikat seperti yang saya kutip di atas , dilanjutkan dengan protes Malaikat bahwa manusia senang menumpahkan darah dan berbuat kerusakan di muka bumi (Ataj'alu fiihaa may yufsidu fiihaa wa yasfikud dimaa-a). Lalu Allah menjelaskan walaupun sedemikian paradoksialnya, namun manusia memiliki kualitas keilmuan dan harta dalam bentuk akal yang disimbolkan dengan kata "al-asmaa" (Wa 'allama Adaamal asmaaha kullahaa).
* * *
Semoga apa yang kita lakukan mendapatkan ridla dari Allah dengan belas kasihan-Nya sehingga hari-hari yang kita arungi-detik demi detik yang kita lalui jauh dari kehampaan dan kekosongan jiwa.....Wallahu a'lam bishshawab.

torsdag, maj 12, 2005

Je Me Presente....

Assalaamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh wa maghfirah,
Salam sejahtera buat kita semua!

Kawanz, Bros, and Sis,...Ahlan wa Sahlan fii "Blog"ii! Met dateng di Blog saya. Atau kata wong Swedia,

"Välkommen till Min Blog" (<-- You'd better click this. You'll love the way i welcome you ^_~)

So, how was my warm-welcoming hospitality? :p

Yup, ini adalah Blog pertama saya. Entah karena terjebak oleh tren blog yang kian semarak seraya membutuhkan "self-conform", dalam bahasa Erich Fromm, sebagai manusia (yang merasa)" modern" yang bisa memanfaatkan teknologi, akhirnya memicu rasa ingin tahu saya untuk mencobanya.

OK,"Je me presente", kata wong Perancis. Nama saya Dwi Satya Ardyanto, atau bisa dipanggil dengan Dwee, Dwight, Qentheer (Bahasa Jawa: Gila), atau Tya (eits, yang terakhir panggilan ekslusif untuk keluarga n sodara2 :)). Inisial saya sederhana namun sulit, yaitu "Doonu Kuneke".

"Hey! What the hack is that?", barangkali respon itu yang muncul pertama kali di dalam alam berpikir kawanz semua. OK, "Doonu Kuneke" adalah sebuah frase dalam Bahasa Ogoni, yaitu bahasa yang digunakan oleh Suku Ogoni di Nigeria. Sebenarnya bukan frase, akan tetapi Jargon, hmmm...atau lebih tepatnya lagi simbol perlawanan. "Doonu Kuneke" artinya "Honouring the Land", karena tanah adat tempat orang-orang Ogoni hidup merupakan warisan nenek moyang mereka yang bersifat sakral bahkan dianggap sebagai simbol dari Tuhan. Kenapa "Doonu Kuneke" dikatakan simbol perlawanan? Karena tanah mereka dirampas oleh pemerintah diktator Nigeria yang bernama (alm.) Jendral Sani Abacha untuk dieksploitasi oleh perusahaan trans-nasional minyak raksasa asal Inggris, yaitu Shell Oil Company. He3x, bagi kawanz aktivis atau mantan aktivis langsung menggerutu, "Dasar kapitalisme global!". Akhirnya suku ini melakukan perlawanan dengan simbol ini untuk merebut kembali wilayah sakral mereka, walaupun korban demi korban berjatuhan. Walhasil, di bawah pemerintahan demokratis Olesun Obasanjo saat ini dan diperkuat oleh keputusan dari African Court of Human and Peoples Rights, perjuangan mereka mulai membuahkan hasil. Viva Doonu Kuneke!

Sori...sori...intronya kepanjangan. "Back to the right track"...saya dilahirkan pada tanggal 25 Mei 1980 di Kota Gudeg bertepatan dengan weton Minggu Legi (apa coba, "i know nothing about such dating"). Besar di Jakarta, khushushan fii Pasar Minggu, namun cinta dengan Jogja (karena lahir dan kuliah S1 di sana selama..hiks2x...5-1/2 tahun). Wajar kalo orang menanyakan asal saya, dengan PD-nya saya langsung menjawab, "Kula asalipun saking Ngayogyakarta Hadiningrat". Saat ini saya sedang mengambil program Master Hukum Publik Internasional di Raoul Wallenberg Institute, Lunds Universitet, Swedia, dan sedang menulis thesis tentang "Realisasi dari Hak-Hak Otonomi Aceh dalam Rangka Penyelesaian Konflik Antara Pemerintah NKRI dan GAM".

OK..gitoe doeloe aza perkenalannya. Salam kenal dan semoga kita bisa menjalin tali silaturrahiim maupun persahabatan yang lintas batas, lintas identitas, dan lintas makhluk (lho, apa coba!). Seperti sabda Kanjeng Nabi, "Khairun Naas anfa'ahum lin Naas", sebaik2 manusia adalah yang bermanfaat buat sesamanya. Semoga dengan tali persaudaraan ini, saya berharap dapat memberikan manfaat buat saudara semua!

Wassalaamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh wa maghfirah!

Med Vänliga Hälsningar,

Salam "Spring" dari Swedia!

Image hosted by Photobucket.com